Rabu, 07 Desember 2011

Goresan Penaku

Keinginanku

by Arie Restu on Thursday, April 7, 2011 at 12:50am
Pernah merasakan.. ketika jubah kematian mulai menyelimuti
Dingin .. gelap .. tak berdaya
Saat ini ketika Kau mulai menjawab semua inginku
Ada juga sedikit rasa takut
Masih pantaskah aku menemui Mu
Masih pantaskah aku mendapat ampun Mu
Serta mendapat ampun orang-orang yang pernah kusakiti
Aku hanya bisa berkata
Jiwa Raga ini milik Mu


Adalah kehormatan bagiku jika Engkau menginginkannya
Karena itulah inginku
Bertemu denganMu
Namun begitu malunya aku
Dengan noda dosa yang kubuat
Apakah aku pantas untuk menemuimu
Apakah masih pantas aku mendapat ampun Mu
Serta mendapat ampun orang-orang yang pernah kusakiti

Helai

by Arie Restu on Thursday, June 9, 2011 at 4:47pm
Alunan angin membius dengan hembusannya
Membiarkanku menari mengikuti keinginannya
Kemudian hembusan itu kian kuat menerpa
Dan aku tak kuat untuk berpegangan lagi

Aku mengikuti hembusan angin
Diantara teriknya mentari
Diantara dinginnya sepi
Meninggalkan dahan yang kian letih mengiringi

Aku mengikuti hembusan angin
Melayang dalam fana
Sesak, dan semakin lama kian tersesat
Lalu terhempas ke tanah

Aku mengikuti hembusan angin
Terseret arus dan mulai terdampar
Dingin, gelap, sepi..
Dan ini bukan pilihanku
Karena aku mengikuti hembusan angin
Karena aku hanyalah sehelai daun

Rindu

by Arie Restu on Thursday, July 7, 2011 at 10:40pm
Berlari menapak jalan terjal
Tak sadar terjatuh dalam pekat
Rupanya.. tak ada tangan yang merengkuhku
Lalu kenangan mulai menghinggapi rasaku
Dulu..
Tangan itu selalu meraihku ketika ku terjatuh
Mengusap kepala dengan kasih
Tersenyum teduh ketika aku menangis
Sayang itu laksana embun yang menyejukkanku
laksana mentari yang menghangatkanku
Walaupun sayap-sayap itu telah meninggalkanku
terkoyak dalam dinginnya sunyi
Semua sudah tak berarti lagi
Tapi engkau akan selalu ada di sini
menemani jiwaku yang sunyi
dan aku tak kan pernah kehilanganmu
Karena kau kan selalu ada
dalam pikiranku
dalam hatiku

(To. Papa semoga selalu bahagia di sisi Allah SWT)


Teratai

by Arie Restu on Thursday, December 8, 2011 at 1:48am
Sangat indah..
Melihatnya menari di atas air
Tak mungkin terengkuh
Karena ia jauh

Memandangnya..walau tak tersentuh .. Membuatmu mengerti
Bagaimana merangkai dunia sendiri
Tak perlu basa basi.. Tak perlu perduli
Karena hidup ini bukan tuk diratapi
Namun dijalani

Engkau melukiskan cinta di atas air
Menjernihkan dunia dengan indah yang tak beraroma
Hanya satu yang bisa dirasa
Akhirnyai dunia bisa dimengerti dengan sentuhan yang berbeda

Rona Angkasa

by Arie Restu on Thursday, December 8, 2011 at 2:10am
Lukisan alam mulai tergurat jingga
Tak sengaja namun alam menginginkannya
Siapa yang bisa menghalangi?
Kelopak matapun yang ingin mengedipkan asanya

Kadang indah itu biru seperti angkasa
namun sengaja ia berlari bagai angin
Menggertak bumii dengan tangis
dan menoreh duka kelabu
Sesaat kemudian.. ia berubah ketika senja
kehilangan makna namun tetap lembut bercahaya

Fajar dan Senja selalu sama
Merengkuh dan melepas mentari
Dua sisi..
Berputar seperti gelap dan siang
Tawa dan air mata..
Cinta dan benci
Hitam dan putih
Biru dan Jingga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar